Bad Girl Good Girl [Part 2]

2 Agu

Bad Girl Good Girl 14

Title:Bad Girl Good Girl.

Author:SongHye.

Cast:Xi Luhan a.k.a. Luhan.

Meng Jia a.k.a. Jia.

Im Yoon Ah a.k.a. Yoona.

Other Cast:Exo Member.

Miss A Member.

Leght:Chaptered.

Rating:PG-17.

Genre:Romance, School live, Friendship.

Disclaimer:Kadang genre suka berubah-ubah, don’t be silent readers, happy reading ^_^

Previous chapter: Part 1

“Sihreo!”Jawab Jia, cuek. Fei diam dan kesal melihat Jia berkata ‘Sihreo’ pada permintaannya. Ya, Baekhyun sudah memberitahu bahwa Luhan sepertinya cocok dengan Jia, maka Fei pun ikut membantu rencana sepupunya itu.

“Kenapa…kau memasangkan aku dengannya?Kau tahu Yoona, eoh?!Dia ‘kan juga menyukai Luhan, aku malas berurusan dengannya. Tidak akan selesai!”Ujar Jia, “Ne, Geurae. Keundae, berurusan dengannya akan selesai dengan kami!Kau tahu ‘kan, dia dan teman-temannya sangat benci serangga?Kita kerjai saja mereka, atau menyuruh Suzy untuk melancarkan bela dirinya kepada mereka!”Kilah Fei.

“Memang Suzy bisa bela diri?”Tanya Jia.

“Ah, geurae. Hehehe…siapa tahu, molla.”Jawab Fei asal.

“Ya!”Sahut Suzy kesal.

“Kau memang tidak bisa, bukan?!”Jawab Jia santai, Suzy hanya meringis sementara Jia tersenyum kesal.

Ne, Keundae…”

“Oow…Tampaknya Meng Jia hendak menyembunyikan sikap ‘Bad Girl’-nya dihadapan Luhan…Oow…Seseorang sedang jatuh cinta!Hahaha…”Ledek Min, Jia hanya mendengus.

“Hajima!Aku tidak menyukainya, kami hanya teman. Dan kami pun baru bertemu sekali di Ruang Musik, itu hanya pertemuan yang singkat.”Bantah Jia, mulai kesal.

Ne, Geurae. Keundae, kalian bisa bertemu diperkemahan!Yeah!”Ujar Suzy girang, Jia hanya mendengus lalu melanjutkan latihan Menarinya.

Pintu diketuk, lalu dibuka.

“Ya!Kalian semua bisa memberiku waktu?!”Tanya Baekhyun, keempat yeoja itu menoleh. “Wae?”Tanya Fei. “Ya!Jia Ssi!Ada sesuatu yang mau kuberitahu, boleh?!”Tanya Baekhyun lagi.

Ne, Waeyeo?”Tanya Jia balik. “Kau kenal Xi Luhan?!”Tanya Baekhyun sambil menyingkir sedikit dari tempat berdirinya, dibelakangnya terdapat Luhan sedang menunduk dengan kaku.

“Kurasa…aku mengenalnya.”Jawab Jia sambil berjalan mendekat, diangkatnya dagu Luhan dengan jari telunjuknya, “Xi Luhan, eoh?!Namja yang kutemui di Ruang musik. Aku kenal,”Tambah Jia.

Did you still don’t know me, Xi Luhan?”Bisik Jia sambil mengangkat dagunya, sombong.

Im a new, can you see it?”Bisik Jia lagi, “Hm?!”Tanya Jia. Luhan hanya menatapnya dengan tatapan bingung.

Jia dengan kasar menjatuhkan dagu Luhan, “Yeah, dia baik. Keluar dari sini,”Pinta Jia, lalu kembali mengambil sepatunya yang sempat ia lepas.

Baekhyun mengernyitkan dahi, lalu menatap Luhan. Luhan mengangguk tanda setuju. “Hmm, Ara. Kami pergi, Anyeong!”

Baekhyun menutup pintu, Suzy, Fei, dan Min saling berpandangan lalu menatap Jia kagum.

“Apa lihat-lihat?Hm?!”Tanya Jia sesaat setelah ia menoleh kepada ketiga temannya. “Ah, Anni…Anni…”Jawab ketiganya.

Jia hanya menatap mereka heran, lalu kembali berlatih.

-Realy, I love him. But why?-Jia.

-I can’t see it. What the new of you?Why can’t I see it?-Luhan.

Luhan POV.

Aku masih memikirkan kata-kata Jia tadi…

“Im a new, can you see it?”

Kata itu, selalu terngiang ditelingaku. Dia seorang yang baru?Tapi, bagian dari dirinya yang mana yang baru?Sayang, aku tidak menyadarinya.

“Ya!Luhan-ah…Apa yang kau lihat?!”Tanya Yoona yang mengalungkan lengannya dilenganku, dia melihat kearah mana aku melihat.

“Meng Jia, eoh?!yeoja jalang yang sangat cuek?!Apa dia setara denganku?!cih!Sama sekali tidak!”Ejek Yoona sombong. Aku mengelak, dan menatapnya tajam.

“Setara denganmu?Tentu saja tidak,”Ujarku, Yoona tersenyum bangga. “Keundae, dia diatasmu!”

Aku membiarkannya mematung diam disana dengan wajah yang terkesan seperti, ‘apa ini?’ dan tidak terima.

Yoona POV.

Oh, kau menyukainya?!Xi Luhan, jangan harap kau jauh dariku. Dan kau, Meng Jia…awas saja!

Author POV.

Luhan tersenyum, akhirnya ia bisa menjauhi Yoona. Luhan berjalan kembali menuju kearah sebuah Restoran terkenal yang biasa ia kunjungi.

“Ya!”Panggil seseorang, Luhan menoleh. “Wae?”Tanya Luhan.

“Ah, anni. Aku hanya…”Ujar yeoja yang memanggilnya.

“Jia-ah, kau mau apa?Makan malam denganku?”Tanya Luhan menggoda Jia. “Ya!”Jia menyikut lengan Luhan kesal, “Kukira kau bersama Yoona.”

“Ah, itu…aku hanya…berjalan-jalan saja…”Ujar Luhan gugup, “Oh.”Jawab Jia singkat.

“Jadi, eum…kau sudah makan?”Tanya Luhan, Jia menggeleng. “Aku malas untuk makan akhir-akhir ini.”

“Oh?Malas untuk makan?Kau ini manusia jenis apa?Tubuhmu saja sudah seperti tiang listrik!”Bantah Luhan meledek, Jia mendorong sikut Luhan pelan.

“Uh!Aku membencimu, Xi Luhan!”Tutur Jia kesal. “Kau ini bicara apa?Memang benar bukan?”Bantah Luhan, Jia mendengus dan ia menyikut Luhan. “Ya!”Seru Luhan tak terima.

Jia tertawa, “Arasseo, arasseo. Kita makan, keundae eoddiseo?”

“Umm…Lihat!Itu restoran yang biasa kukunjungi, kau mau makan disana?”Usul Luhan. Jia menoleh kearah Restoran yang ditunjuk Luhan, “Deobeoki?Arasseo, kajja!”Jawab Jia sambil tersenyum.

“Geurae, saat tersenyum ia tak terlihat seperti gadis yang nakal.”Batin Luhan.

Jia POV.

Aku dan Luhan makan bersama disalah satu Restoran Deobeoki. Dia bilang, dia sering makan disitu dan menurutnya Deobeoki disitu rasanya sangat lezat, yah, dia memang tidak berbohong. Rasa Deobeoki itu sangat lezat dan aku sangat menyukainya.

“Eung…Jia-ah…”Panggil Luhan, “Ne?”Sahutku. “Aku mau bertanya, apakah kau tadi…”Ujar Luhan.

“Tadi apa?”Potongku, “Kau…ah, aniyo!A…aku…aku hanya bercanda.”Ujar Luhan gugup, “Jinjja?”Tanyaku, “Kau terlihat gugup, wae geurae?”

Luhan menggeleng, “Anniya, gwaechanayo…”

Aku hanya mengangguk, aku tidak bisa mencurigainya lagi karena kami pun sudah selesai makan malam.

Author POV.

Jia dan Luhan berjalan-jalan menuju ketaman kota, “Kau senang?”Tanya Luhan, Jia hanya mengangguk lalu ia menggosok-gosokan kedua telapak tangannya. Luhan menoleh kearah Jia.

“Kau kedinginan?”Tanya Luhan. jia mengangguk pelan, “Sedikit.”

Luhan menghela napas, ia melepas jaketnya lalu memakaikannya secara asal ketubuh Jia, Jia spontan terkejut. “Ya!Apa yang kau lakukan?”Tanya Jia kaget, Luhan hanya tersenyum simpul.

“Psst…imiya, aku hanya membuatmu lebih hangat.”Jawab Luhan sambil tersenyum. Ia mendekatkan tubuhnya pada Jia, lalu ia menarik tubuh Jia hingga posisi keduanya seperti lem dan kertas.

Jia terkejut dan hampir melompat, “A…apa yang kau…lakukan?”Tanya Jia gugup, ia begitu gugup dengan apa yang Luhan lakukan saat ini.

“Bukankah aku sudah bilang?Aku hanya mau membuatmu lebih hangat, lihatlah tubuhmu yang kurus itu!Bisa sakit kau nanti!”Jawab Luhan santai, “Lagipula, ini berarti aku perhatian denganmu.”Tambah Luhan sambil tersenyum kecil.

Jia sontak melompat dari pelukan Luhan, “Mwo?!Apa yang baru saja kau bilang, Xi Luhan?!”Seru Jia hampir marah. Luhan tertawa kecil, “Psst…berhentilah menolak, kajja!”Ujar Luhan santai. “Mwo?!Sekarang kau menyuruhku seperti itu lagi?!Kau pikir aku ini apa?Kekasihmu?!”Seru Jia kesal.

“Hahaha…”Luhan tertawa, Jia menatap Luhan kesal. “Ya!Kenapa kau tertawa?”Tanya Jia kesal.

Luhan tertawa, “Kau terlihat lucu sekali!Wajahmu, tingkah lakumu, bahkan kata-katamu sangat lucu!”Luhan mencubit pipi Jia pelan. “Ya!!!”Seru Jia tak terima.

Luhan kembali tertawa. “Lihat!Kau sangat lucu!Neomu kyeopta!”Ujar Luhan lagi, Jia cemberut mendengarnya.

Tawa Luhan malah semakin keras, “Huh!Dasar menyebalkan!Sudah cukup!Aku tak mau berjalan denganmu lagi!”Seru Jia kesal. Luhan yang mendengarnya akhirnya berhenti tertawa.

Jia cemberut, ia mengubah posisi tubuhnya dengan kesal.

Luhan yang melihat Jia membelakanginya pun akhirnya hanya bisa mengehela napas.

“Ya!Ya!Ayolah…kenapa kau sulit sekali kuajak bermain?Aku ‘kan hanya bercanda…”Ujar Luhan memohon, “Bercanda?Aku tak peduli!”Tukas Jia kesal.

“Ya!Ayolah…Aku ‘kan hanya bercanda, jebal…akan kuberikan apapun asal kau tidak marah lagi…”Ujar Luhan lagi, Jia menggeleng.

Luhan menghela napas, “Arasseo…kalau kau tidak mau, mungkin aku harus mencoba usaha terakhirku…”Gumam Luhan, “Berbaliklah…”Suruh Luhan pelan, Jia akhirnya menurut.

Jia berbalik dan ia masih menunduk, Luhan mengangkat wajah Jia dan memegang kedua pipi Jia dengan telapak tangannya. Nafas Luhan yang menderu membuat perasaan Jia tak karuan, ia merasa begitu tegang saat ini.

“Psst…jangan beritahu siapapun.”Bisik Luhan, Jia hanya mengangguk pelan.

Luhan mendekatkan tubuhnya kearah Jia, lalu ia mendekatkan wajahnya kearah Jia. Luhan ragu, tapi ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini.

Begitupun dengan Jia, ia tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia merasa begitu tegang, nafas Luhan yang terus menderu membuat Jia merasa begitu tegang, ia malu dan ragu dihadapan Luhan, seakan semua sisi buruknya hilang, semuanya tergantikan dengan sisi baik yang tidak pernah ia sangka.

Jia terus berharap-harap dalam hati, namun sebelum ia sadar Luhan telah melakukan sesuatu yang tak disangkanya.

CHU~

-TBC-

Anyeong, aku kembali lagi dengan membawa FF yang abal banget ini hehehe…

Pendekkah FF ini?Banyak yang comment kalau Part sebelumnya sangat pendek, apakah ini masih terlalu pendek?Atau terlalu panjang?Semoga tidak ya, semoga aku bisa memenuhi permintaan kalian, wkwkwk…

Maaf ya, lama…Author habis dihukum soalnya, wkwkwk…

Makasih buat Kak Diajengdea23 yang sudah mau ngepost Fanfiction abal ini ^_^

See you at the next Chapter!Bye-bye…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: