Bad Girl Good Girl [Part 3]

4 Agu

Bad Girl Good Girl 14

Title:Bad Girl Good Girl.

Author:SongHye.

Credit:Jinx @ School art design.

Cast:Xi Luhan a.k.a. Luhan.

Meng Jia a.k.a. Jia.

Im Yoon Ah a.k.a. Yoona.

Other Cast:Exo Member.

Miss A Member.

Leght:Chaptered.

Rating:PG-17.

Genre:Romance, Friendship, School live.

Disclaimer:Don’t be silent reader, don’t plagiat this fanfiction. Enjoy reading my story please~

Previous chapter:Part 1  || Part 2

Luhan melepaskan ciumannya dari Jia, ia tersenyum tipis. Jia menatapnya takut-takut, “Ya!”Bisik Jia pelan, Luhan hanya tersenyum.

“Kau memakai Lip balm?Rasa Strawberry?”Tanya Luhan, Jia mengangguk. Luhan tersenyum, “Aku suka.”Ujar Luhan.

“Kau kaget?Apakah itu terlalu cepat?”Tanya Luhan lagi, Jia menggeleng. “A…maksudku…aduh…”Jawab Jia malu, Luhan tersenyum tipis. “Kau sangat manis.”Puji Luhan. “Gomawo.”

“Maafkan aku karena terlalu tiba-tiba, keundae…”Ucapan Luhan terputus, “Ne, aku sudah tahu Luhan!Nan nado…”Potong Jia pelan, Luhan hanya meringis.

“Ada yang mau kutanyakan.”Ujar Luhan, “Uh?Wae?”Tanya Jia. “Tentang yang terjadi diruang latihan.”Jawab Luhan. “Apa yang kau maksud tentang pertanyaanmu tadi?”Tanya Luhan.

Jia menghela napas, “Kau masih tak tahu?”

Luhan mengangguk, “Sungguh, aku bingung.”

Jia hanya tersenyum kecil, “Carilah jawabannya sendiri Luhan. Kau akan tahu nanti.”Bisik Jia. Luhan masih menatap Jia, “Mwoya?”Tanya Jia. Luhan menggeleng, lalu kembali berjalan keluar Taman.

Esok harinya…

“Jia-ah!Jia-ah!Chakamhae!”Seru Luhan sambil mengejar Jia. Jia menoleh.

“Hm, kau lagi. Wae?”Tanya Jia. “Aku bosan melihatmu terus, Palli!”Tambah Jia.

“Kau…aku tahu apa yang kau maksud dengan baru.”Ujar Luhan.

Jia menoleh, “Mwoya?!”Tanyanya.

“Kau…kau menyembunyikan sikap baikmu dihadapan orang lain, tapi didalamnya terdapat sisi baikmu, ‘kan?!”Jawab Luhan. “Kalau kau tahu, kenapa bertanya?Hm?!”Kilah Jia.

“Aish!Kau ini!Sudahlah, aku lelah bicara denganmu…”Ujar Luhan, “Tinggalkan aku sendiri,”Pinta Jia. Luhan mengangguk, lalu meninggalkan Jia sendiri.

Jia menghela napas, “Dia sudah tahu, eoh?!Xi Luhan, umm…Dalkomhage,”

Luhan meninggalkan Jia, dia pergi ke Ruang latihannya.

Luhan POV.

Pintu Ruang latihan diketuk, Xiumin segera membuka pintu itu.

“Ahh…Suzy-ah!Apa yang kau cari?!”Tanya Xiumin. Aku ikut menoleh, kalau mendengar nama salah seorang personil Miss A aku akan sontak mengingat yeoja bermarga ‘Meng’ itu.

Sementara Jia, ia menatapku tajam.

“Oh, aniya…Fei hanya mau bicara pada Baekhyun sebentar.”Jawab Suzy. “Oh, Ya!Baekhyun-ah!Fei mencarimu!”Seru Xiumin. Baekhyun segera menghampiri Fei dan mereka berbicara berdua.

Jia POV.

Dia lagi?Mahkluk apa sih dia?Kenapa aku selalu bertemu dengannya, sih?

“Hei…”Sapaku akhirnya, Luhan menoleh. “Oh, Wae?”Tanya Luhan.

“Ah, anni…bagaimana kabarmu?”Tanyaku. “Oh, na gwaechana. Kalau kau?”Tanyanya balik, “N…nado.”Jawabku.

Setelah itu, kami diam. Suasana diantara kami begitu canggung dan dingin, tentu saja itu membuatku gugup. Sayang, aku tak dapat mencairkan suasana.

“Kau ada acara malam ini?”Tanya Luhan, aku menggeleng. “Wae?”

“Kau mau mengajakmu berjalan-jalan lagi?”Tanyaku. Luhan terlihat gugup, “N…ne…kurasa. Kalau kau mau.”Jawab Luhan. Aku mengangguk. “Keundae, kau tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh seperti kemarin malam, ‘kan?”Tanyaku.

“Ne, aku janji!”Jawab Luhan. “Arasseo, jemput aku disini pukul tujuh malam.”Sahutku, Luhan mengangguk setuju.

Author POV.

“Kau mau jalan-jalan kemana?”Tanya Jia saat Luhan menjemputnya. “Aku rasa…kesalah satu Café didekat sini. Itupun kalau kau mau.”Jawab Luhan, Jia hanya tersenyum. “Terserah kau.”

Luhan dan Jia makan malam lagi disebuah Café. “Kau tahu, saat kau seperti ini kau tidak terlihat seperti dirimu sendiri…”Ujar Luhan, “Maksudmu?”Tanya Jia. “Ah, aniya.”Jawab Luhan gugup.

Luhan menatap yeoja itu, “Yeoppeuda.”Batin Luhan.

Jia mendongak, “Apa yang kau lihat?”Tanya Jia ketus, “Ah, gwaechanayo.”Jawab Luhan.

“Boleh aku Tanya sesuatu?”Tanya Jia, Luhan mengangguk. “Ada hubungan apa kau dengan Yoona?”Tanya Jia, Luhan gelagapan.

“A…aku…tidak ada kok. Hanya…berteman saja.”Jawab Luhan gugup, “Jinjja?”Tanya Jia. Luhan mengangguk cepat, “Aku serius, Jia-ah!Aku tidak bohong!”Jawab Luhan berusaha meyakinkan Jia.

“Aish…Mengapa dia sangat keras kepala?”Batin Luhan, “Oh.”Jawab Jia singkat. Luhan menghela napas.

Esok harinya…

Pelajaran di Sekolah sudah dimulai, bagi Jia pelajaran di Sekolah itu tidak penting, ia memang tidak seperti Suzy yang selalu tekun belajar. Biarpun begitu, nila-nilai yeoja itu selalu tinggi dan seperti biasa ia tidak memerhatikan Park songsaenim yang mengajar didepan kelas.

Tangan Jia tidak memegang buku pelajaran melainkan buku komik kesukaannya, ditelinganya terpasang earphone yang menyambung keponselnya.

“Jia-ah!”Bisik Fei disebelahnya, “Hm?”Tanya Jia tak acuh. “Lebih baik kau melepas earphone-mu. Kalau ketahuan bisa celaka kau nanti!”Jawab Fei berbisik. Jia malah mengerang dan menggeleng, “Siapa peduli?”Tukas Jia cuek. Yeoja itu masih asyik dengan buku dan earphone-nya.

Geurae, berhentilah dan perhatikan pelajaran!”Bisik Suzy yang duduk didepannya. “Hm!”Jawab Jia masih tak acuh. “Kalau kau tak mau bisa-bisa…”

“MENG JIA!CEPAT BERDIRI!”Seru Park songsaenim.

Jia kaget, ia terlompat dari bangku tempat ia duduk. Park songsaenim menarik ponsel dan buku komik Jia dengan paksa. “Berdiri diluar kelas sampai bel istirahat berbunyi, ponsel dan bukumu akan aku sita. Palli!”Perintah Park songsaenim. Jia hanya mengangguk santai, lalu berjalan keluar kelas dengan tak acuh.

Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya, “Dasar anak itu.”Gumamnya.

Sementara itu, Jia sedang berdiri diluar kelas tanpa peduli apapun yang akan Park songsaenim lakukan dengan ponsel dan buku komiknya.

Tak berapa lama, Jia merasa bosan. Ia melihat sekeliling dan tak ada yang bisa membuatnya senang.

“Eotteokhae?”Pikirnya, ia akhirnya duduk dibangku didepan kelasnya sambil memerhatikan sekelilingnya. Namun, pandangannya tertuju kepada seseorang.

“Dihukum lagi, eoh?”Tanya suara itu ketus, Jia tak peduli ia mengalihkan pandangannya dari yeoja itu. Im YoonA.

“Kasihan sekali kau, Jia-ah. Dan apa yang kau lakukan…”Ujar Yoona lalu tersenyum licik, “Dengan Luhan?”

Tubuh Jia membeku, “Aku tidak melakukan apapun.”Jawabnya, Yoona tersenyum sinis. “Kau yakin?Apakah…”

“Kau pikir aku mau bersama dengan namja itu, eoh?Kalau kau memang ingin memilikinya silahkan ambil saja dia!Aku tidak peduli!”Potong Jia ketus, Yoona menatap yeoja itu kesal. “Berani sekali kau memotong kata-kataku, kalau seandainya kau…”

“Oh, tentu aku berani. Untuk apa takut padamu, Yoona-ah?Aku tidak peduli siapapun dirimu, kurasa kau tidak pernah ada dihidupku.”Potong Jia lagi, katak-katanya mengalir dengan tajam bagaikan panah yang menusuk-nusuk.

“Kau melakukannya lagi?Kau berani sekali…”

“Oh, tentu aku berani. Bukankah aku sudah bilang?Semakin kau bicara, semakin sering aku memotongmu dengan berbagai kata-kata. Kalau kau tidak menyerah, itu terserah kau.”Potong Jia ketus. Yoona menatap yeoja itu kesal, lalu ia berjalan hendak meninggalkan Jia. Namun…

BRUKKK!!!

“Aish!Appo…”Rintih Yoona, Jia dengan sengaja merentangkan kakinya kearah Yoona, jelas itu membuat Yoona tersandung dan terjatuh dengan posisi seperti orang yang sedang meluncur.

Jia tertawa kecil, “Ije, siapa yang kasihan?”Tanya Jia sambil meninggalkan Yoona.

Luhan POV.

“Mwo?!Kau pasti berbohong!”Seru Chanyeol. Aku mengangguk meyakinkan, “Aku lihat sendiri Park Chanyeol. Ia berdebat dengan Jia beberapa lama lalu setelah itu, Yoona tersandung kaki Jia.”Ujarku meyakinkan.

“Itu tidak mungkin!”Seru Tao tak percaya, “Percaya padaku!”Seruku keras.

“Mungkin sifat nakal yeoja itu sudah kembali, ia tidak seperti saat kau berkencan dengannya ‘kan?”Tanya Suho. Aku gelagapan, “A…aku tidak berkencan!Hanya jalan-jalan biasa!”Tukasku gugup. Yang lain hanya mengangguk pelan.

“Aku serius!Aku berani bersumpah!”Seruku meyakinkan, “Kami percaya, Luhan-ah.”Ujar Chanyeol, Baekhyun menggeleng pelan. Sementara aku hanya cemberut.

Author POV.

“Kau sungguh bertengkar dengan Yoona?”Tanya Fei, “Yah, begitulah.”Jawab Jia santai, “Lalu, apa dia marah atau semacamnya?”Tanya Suzy. “Aku hanya menjengkalnya lalu pergi meninggalkannya.”Jawab Jia lagi.

Mereka berempat tertawa.

Malam harinya…

“Akhirnya…”Gumam Jia pelan, “Ani!Ini buruk, aish…”Jia melempar notebook-nya dengan keras lalu merebahkan dirinya kekasur. “Kenapa sulit sekali?Kenapa itu tidak mudah?”Gerutu yeoja itu kesal. Ia kesal dengan tugas menggambar yang diberikan oleh Han Songsaenim, ia tidak bisa.

“Kenapa semua orang bisa sementara aku tidak?Aish!Menyebalkan!”Gerutu Jia lagi. “Apa yang bisa aku lakukan selain menari?”

Pandangan Jia tertuju pada sebuah Vas bunga disebelah tempat tidurnya, “Oh, ayolah. Aku tidak bisa melakukannya.”Gumam Jia pelan, “Apa harus?Itu tidak mungkin!Perasaan ini ‘kan hanya sebatas…”Gumam Jia lagi.

Ponselnya bergetar, Jia segera mengangkatnya.

Yeobosaeyeo. Nuguseyeo?”Tanya Jia. “Jia-ah, ini Fei.”Jawab suara dari seberang itu. “Waeyeo?Kukira kau sudah tidur.”Tanya Jia lagi. “Ah, anni. Aku sangat bosan, kau sudah selesai dengan tugas itu?”Tanya Fei balik.

Jia menghela napas, “Aku bingung. Aku menyerah!”

Fei tertawa kecil, “Mudah saja, kau harus datang pagi sekali esok. Akan kuajari kau.”Tawar Fei, Jia tersenyum. “Arasseo, Goma..”

Keureondae, kau harus berkencan dengan Luhan lagi.”Potong Fei, mata Jia membesar. “Mwoya!Sihreo!Sihreo!”Bantah Jia. “Arasseo, semua itu tergantung padamu.”Ujar Fei santai.

Jia mendengus kesal, “Ara, Ara!Aku akan berkencan dengannya!Keundae, hanya sekali!”Ujar Jia akhirnya, “Yes!Oke, datanglah pagi sekali besok. Akan kuajari kau!Dan ingat, kau harus menepati janjimu!”Ujar Fei. “Ne!”Tukas Jia lalu mematikan ponselnya, ia melempar ponselnya dengan sengaja kearah kasurnya.

“Huh!Dasar Fei!Untung dia mau mengajariku.”Gerutu Jia kesal.

Keundae, aku tidak bisa…”Gerutu Jia lagi sambil merebahkan tubuhnya dikasurnya dan menutupi wajahnya dengan bantal.

Esok harinya…

Palli!”Bisik Jia, “Ara, ara. Chakamhaeyeo.”Jawab Fei. “Nah, imi!”Seru Fei senang. Jia mengangguk senang lalu memasukan buku tugasnya kedalam tasnya.

“Dasar, anak nakal!Kau memang pantas disebut Bad girl!”Ejek Min, Jia hanya mengangguk setuju. “Ingat janjimu…”Pesan Fei.

Jia menghela napas, “Akan kulakukan pulang sekolah nanti.”

Pulang sekolah…

Kebetulan sekali, Jia dan Luhan berpapasan didepan gerbang sekolah. “Umm, hai.”Sapa Luhan pelan, “Hai. Eh, kau mau…berjalan-jalan denganku?Lagi?”Tanya Jia.

Luhan terdiam, “J…Jebal…”Pinta Jia gugup.

“Aku rasa…”

-TBC-

Hi, I’am back again dengan FF yang gak jelas, abal, dan makin GaJe aja hehehe…

Don’t know what to say so, comment please!Thank’s for reading, anyeong!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: